Jam dinding telah
menunjukkan pukul 20.30. malam pun telah menyatu dengan sepi, suara binatang
yang tak asing lagi mencoba memecah keheningan malam ini. Kupandangi bintang
dari balik jendela, hayalku pun melambung tinggi dan mencoba berada diantara
bintang-bintang yang ada di langit, merasakan keindahannya.
Belum tidur nak? Serentak hayalku pun terpecah oleh suara
dibalik pintu kamarku
Belum bu. Jawabku singkat
Apa ada sesuatu yang engkau
pikirkan?
Tidak ada apa-apa bu.
Yang sudah, lekas tidur.
Suaranya pun berlalu ketika
kupalingkah wajahku tuk kedua kalinya.
Kicauan burung menyambutku
pagi ini dari tidur semalam, mentari telah menampakkan sinarnya diantara
dedaunan dari upuk timur. Tak ada yang beda hari ini. Ya, kurang lebih seperti
kemarin, benar-benar tak ada yang berubah (bisikku
dalam hati). Aku berjalan melewati pintu rumah yang hendak roboh dari
asalnya, kuberdiri sejenak hingga kupandangi dari sisi mataku dua anak berjalan
beriringan melintas depan rumahku dengan seragam putih biru, dengan ransel yang
berada dipunggung mereka masing masing
